Pelukan yg Hangat…

Huhu, saje jer kan tajuk post hangat!!!! Dahler tgh ujan2 ni…. Meh aku juz nak sharing ttg kuasa PELUKAN. Agak menarik info yg aku dpt nie🙂 Mari kita baca…

Dipeluk suami

Pelukan itu akan menenangkan saya, membuat saya nyaman dan tenang kembali. Apa yang kami berdua lakukan setelah berantem? Saling memeluk. Pelukan itu akan menurunkan tensi emosi di antara kami. Pelukan itu akan merekatkan kembali ikatan cinta di antara kami setelah luka dan kecewa yang sempat tertoreh.

Pelukan itu, akan membuat kehidupan rumah tangga kami menjadi makin mesra. Segala sedih, segala marah, segala kecewa, dan segala beban hilang oleh kehangatan pelukan. Pelukan itu, kemudian tidak hanya berlaku ketika saya terguncang secara emosi. Setelah setahun lebih kami menikah, pelukan telah menjadi satu kebiasaan dalam hari-hari kami.
Hal pertama yang saya lakukan ketika tiba di rumah sepulang dari kantor atau dari bepergian adalah memeluk suami. Memeluknya erat-erat. Itu saja. Tak Lebih.

Hal pertama yang saya inginkan ketika saya bangun dari tidur adalah memeluk dan dipeluk suami saya. Memeluknya kuat-kuat. Itu saja. Bukan yang lainnya.
Jika kami bangun pada jeda waktu yang tak sama, maka ‘utang’ kebiasaan itu dilakukan setelah shalat lail atau shalat subuh.

Jika kami tidur di kamar yang berbeda, biasanya jelang subuh atau habis shubuh, salah satu dari kami akan menyusul yang lainnya. Hanya untuk satu hal saja: memeluk dan dipeluk. Saat malam menjelang tidur, kami terbiasa tiduran dan saling memeluk, berlama-lama sambil berbincang tentang aktifitas kami seharian.

Ada kata-kata yang minimal tiga kali sehari saya ucapkan kepada suami saya, “I Love U” dan “Minta peluk!” Rasanya ada yang kurang jika kekurangan pelukan dalam sehari. Pelukan memberiku rasa aman dan nyaman. Pelukan, saya rasakan memberikan kehangatan yang tak tergantikan oleh apapun.

Berdasarkan hasil penelitian, kita butuh empat kali pelukan per hari untuk bertahan hidup, delapan supaya tetap sehat, dan dua belas kali untuk pertumbuhan.
Jika ingin terus tumbuh, kita butuh dua belas pelukan per hari. Pelukan berkhasiat menyehatkan tubuh. Pelukan merangsang kekebalan tubuh kita.

Pelukan membuat kita merasa istimewa 
Pelukan memanjakan sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri kita. Pelukan membuat kita lebih merasa akrab dengan keluarga dan teman-teman. Riset membuktikan bahwa pelukan dapat menyembuhkan masalah fisik dan emosional yang dihadapi manusia di zaman serba stainless steel dan wireless ini.

Bukan hanya itu saja, para ahli mengemukakan bahwa pelukan bisa membuat kita panjang umur, melindungi dari penyakit, mengatasi stress dan depresi, mempererat hubungan keluarga dan membantu tidur nyenyak (The Aladdin Factor, Jack Canfield & Mark Victor Hansen). Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching juga menemukan bahwa ketika seseorang disentuh, hemoglobin dalam darah meningkat hingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar, badan menjadi lebih sehat dan mempercepat proses penyembuhan.

Maka bisa dikatakan bahwa pelukan bisa menyembuhkan penyakit “hati” dan merangsang hasrat hidup seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh jurnal Psychosomatic Medicine, pelukan hangat dapat melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian.

Hormon tersebut akan menekan hormon penyebab stres yang awalnya mendekam di tubuh. Hasil hasil penelitian tersebut, memberikan keterangan ilmiah atas kecenderungan dalam diri setiap manusia untuk mendapatkan ketenangan dan kehangatan melalui pelukan.

Penelitan tersebut memberikan fakta ilmiah atas besarnya energi yang dapat disalurkan melalui pelukan.

Sayangnya, banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya pelukan adalah sesuatu yang tidak lazim, dan kita mungkin merasa tidak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Kita mungkin pernah digoda sebagai “si anak manja” jika sering memeluk atau dipeluk Ayah, Ibu atau saudara kandung kita.

Dan jadilah kita atau remaja-remaja kita saat ini, tumbuh dengan kekurangan energi pelukan. Bisa jadi, kekurangan energi pelukan ini adalah termasuk salah satu faktor yang menyebabkan maraknya kasus ketidakstabilan emosi manusia seperti yang terjadi belakangan ini: tingginya angka kriminalitas dan narkoba pada golongan anak dan remaja, kesurupan di berbagai sekolah dan sebagainya.

Dan bisa jadi, sesungguhnya solusi untuk mengurangi berbagai permasalahan itu sebenarnya sederhana saja: Pemberian pelukan kasih sayang yang banyak kepada anak-anak dari orang tuanya.

Bukankah Rasulullah sangat gemar memeluk isteri, anak, cucu, dan bahkan anak-anak kecil di lingkungannya dengan pelukan kasih sayang?

Bahkan pernah ada satu kisah ketika Rasulullah mencium dan memeluk cucunya, seorang sahabat menyatakan bahwa hingga ia punya 10 orang anak, tak satu pun yang pernah ia curahi dengan peluk cium.

Rasulullah bersabda, “Sungguh orang yang tidak mau menyayang (sesamanya), maka dia tidak akan disayang.” (riwayat Al-Bukhari)

      ********************************************************************

SYDNEY – Seorang bayi lelaki pramatang yang telah disahkan meninggal dunia di Australia hidup kembali selepas dia dipeluk oleh ibunya selama dua jam, lapor sebuah akhbar semalam.

Dalam kejadian pada Mac lalu yang disifatkan sebagai keajaiban Tuhan, doktor-doktor memberitahu, bayi berkenaan yang diberi nama Jamie Ogg, tidak berpeluang untuk hidup setelah dia dilahirkan pada minggu ke-27 dengan berat badannya hanya 600 gram di sebuah hospital di sini.

Bagaimanapun, kembar Jamie iaitu Emily berjaya diselamatkan selepas dia diberikan bantuan pernafasan selama 20 minit.

Doktor kemudian menyerahkan Jamie yang disahkan telah meninggal dunia kepada ibunya Kate dan pasangannya David untuk penghormatan terakhir.

Sedih dan sukar menerima hakikat bahawa anaknya telah mati, Kate meletakkan Jamie di atas dadanya dan mengusap-usap anakya sambil menceritakan mengenai apa yang mereka ingin lakukan bersama jika dia dapat membesar bersama adik kembarnya, Emily.

Selepas dua jam dipeluk, tubuh Jamie kembali hangat dan dia mula menunjukkan tanda-tanda bernafas.

Kate kemudian memberikannya susu dengan menggunakan jari.

“Saya berasa sangat sedih apabila doktor memberitahu dia tidak dapat diselamatkan. Tanpa berfikir panjang saya terus memeluknya. Dia kemudian mula bernafas dan membuka mata. Sungguh ajaib,” kata Kate.

Seorang doktor yang dipanggil untuk memeriksa Jamie mengesahkan bahawa bayi itu hidup, tetapi tidak dapat menerangkan bagaimana fenomena itu berlaku. – Agensi

  ********************************************************************

Pelukan ibu penawar yg paling mujarab

‘Pelukan ibu penawar paling mujarab?br />
LONDON: Pelukan ibu bukan saja berfungsi sebagai penawar sakit semula jadi paling berkesan bagi bayi malah ia membantu mereka pulih dengan lebih cepat.

Kajian sebuah universiti di Kanada, mendapati, bayi pramatang baru lahir kurang mengalami menderita jika bersentuhan kulit dengan ibu masing-masing ketika menjalani prosedur perubatan yang menyakitkan.

Selain mengesahkan kuasa sentuhan ibu, penyelidikan juga menawarkan cara lain membantu melegakan kesakitan pada kanak-kanak yang masih terlalu muda untuk mengambil pil penahan sakit.

Saintis mendaftarkan reaksi wajah, kadar degupan jantung, dan paras oksigen darah 61 bayi pramatang ketika mereka menjalani kaedah 慼eel lance? yang digunakan untuk mengambil contoh darah pada usia terlalu muda.

Hasil kajian, yang disiarkan dalam jurnal BMC Pediatrics, menunjukkan isyarat kesakitan menurun sehingga separuh apabila bayi berada dalam pelukan ibu mereka.

Dalam masa tiga minit, reaksi bayi berkenaan kembali kepada normal manakala mereka yang tidak dipeluk masih dalam kesakitan.

Ibu diminta memeluk anak mereka, yang dilahirkan pada usia kandungan antara 28 dan 31 minggu, selama 15 minit sebelum kaedah itu dilakukan, dan terus memeluk mereka sepanjang prosedur itu.

Reaksi kepada kesakitan diukur sebelum prosedur dijalankan dengan jarak 30 saat ketika dan selepas ia dilakukan. Reaksi kemudian dibandingkan dengan bayi yang darah mereka diambil ketika terbaring di dalam inkubator.

Celeste Johnston, dari Universiti McGill, Montreal, yang mengetuai kajian, berkata keputusan menunjukkan ibu yang memeluk bayi 慴ukan hanya mengurangkan kesakitan tetapi memulihkan dengan cepat.?

Hasil kajian menunjukkan ibu kepada bayi pramatang, yang selalu berasa terpinggir dalam unit rawatan rapi, perlu digalakkan untuk bersentuhan dengan bayi mereka.

Jurucakap bagi badan kebajikan bayi pramatang, Bliss, berkata: 揊aedah bersentuhan kulit – dari segi memperbaiki kadar degupan jantung dan aliran suhu pada bayi, dan mengukuhkan ikatan ibu dan bayi – sudah lama diiktiraf.
Kajian ini yang menunjukkan terdapat juga fungsi pengurusan sakit tertentu dengan kaedah bersentuhan kulit mengesahkan betapa pentingnya hubungan itu.?
Katanya, setiap ibu baru kepada bayi yang sakit atau pramatang perlu digalakkan bersentuhan kulit dengan bayi mereka secepat mungkin dan kerap melakukannya selepas itu. – Agensi

   ********************************************************************

Suatu hari di gua Hira, Muhammad SAW tengah ber’uzlah, beribadah kepada Rabbnya.
Telah sekian hari ia lalui dalam rintihan, dalam doa, dalam puja dan harap pada Dia Yang Menciptanya.

Tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam ujud sesosok laki-laki. “Iqra!” katanya.
Muhammad SAW menjawab, “Aku tidak dapat membaca!”Laki-laki itu merengkuh Muhammad ke dalam pelukannya, kemudian mengulang kembali perintah“Iqra!”

Muhammad memberikan jawaban yang sama dan peristiwa serupa pun terulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat Membaca kata-kata yang diajarkan lelaki itu. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sang makhluk bersosok laki-laki yang menemui Muhammad di gua Hira.

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah isterinya dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku!”. Ia gemetar ketakutan, dan saat itu, yang paling diinginkannya hanya satu, kehangatan, ketenangan dan Kepercayaan dari orang yang dicintainya.

Belahan jiwanya. Isterinya. Maka Khadijah pun menyelimutinya, memeluknya dan mendengarkan curahan hatinya. Kemudian ia menenangkannya dan meyakinkannya bahwa apa yang dialami Muhammad bukanlah sesuatu yang menakutkan, namun amanah yang akan sanggup ia jalankan.

Suatu hari dalam sebuah pelatihan manajemen kepribadian. Para instruktur yang juga para psikolog tengah mengajarkan berbagai terapi penyembuhan permasalahan kejiwaan. Dari semua terapi yang diberikan, selalu diakhiri dengan pelukan, baik antar sesama peserta maupun oleh instrukturnya. Namun demikian, mereka mempersilakan peserta yang tidak bersedia melakukan pelukan dengan lawan jenis untuk memilih partner pelukannya dengan yang sejenis. Yang penting tetap berupa terapi pelukan.

Menurut mereka, pelukan adalah sebuah terapi paling mujarab hampir dari semua penyakit kejiwaan dan emosi. Pelukan akan memberikan perasaan nyaman dan aman bagi pelakunya. Pelukan akan menyalurkan energi ketenangan dan kedamaian dari yang memeluk kepada yang dipeluk. Pelukan akan mengendorkan urat syaraf yang tegang. Saya yang saat itu menjadi salah satu peserta, memilih menggunakan pilihan kedua ini. Pelatihan itu, di kemudian hari memberikan perubahan besar dalam stabilitas emosi dan kejiwaan saya

   ********************************************************************